Bismillah...
Salah satu pemikiran yang sangat saya tentang dan sangat tidak saya setujui adalah:
Bisnis yang sukses itu karena idenya bagus.
Dari pengalaman saya dan pengalaman guru-guru saya yang saya perhatikan sejauh ini, hampir tidak ada korelasinya antara ide bisnis dengan bisnis yang sukses.
Sebelum lahirnya sebuah bisnis, tentu saja ada seseorang yang memiliki ide untuk memulainya.
Awalnya biasanya si pendiri bisnis, atau founder, memiliki sesuatu di dalam kepalanya, yang selanjutnya muncul pertanyaan: "what if?".
Atau
Apa yang terjadi jika....
Titik-titik dibelakang itulah yang akan menjadi pemicu, percikan api yang akan membakar semangat sang founder untuk kemudian bertindak, dan memulai bisnis.
Jadi, ide itu penting, tanpa ide cukup kuat untuk mendorong seseorang memulai, maka bisnis itu tidak akan ada.
Namun ada 3 hal utama yang saya pelajari mengenai ide bisnis:
____
1. Ide itu gratis
Ide bisnis itu ada dimana-mana, ide itu gratis.
Seseorang yang bilang: "ide itu mahal", itu menurut saya, kalimat itu muncul dari orang yang kekurangan ide.
Mungkin tepatnya, bukan "mahal", tapi idenya sedikit, jadi "langka".
Dan semua yang langka, terlihat mahal. Dan karena manusia cendrung tidak mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu, jadilah muncul jalan pintas: salahkan keadaan, bilang ide itu mahal.
Dan apa yang menyebabkan idenya sedikit? Salah satu penyebab utama: malas.
Sebagai pebisnis, kita dituntut untuk terus punya ide, setiap hari. Dan ini bisa dilatih.
Kita akan bertemu masalah baru setiap kali bisnis kita berkembang, masalah-masalah yang tadinya mungkin tidak ada.
Awalnya, mungkin masalah kita hanya tidak ada modal (uang), namun lama-kelamaan saat kita sudah memiliki uang yang cukup dari bisnsi tersebut, kita tersadar kalau ternyata masalah-masalah baru bermunculan terus.
Masalah baru = butuh solusi baru. Karenanya kita butuh ide baru terus.
Karenanya, milikilah ide yang banyak. Setiap hari munculkan ide baru.
Pergilah yang jauh, bergaul. Jadwalkan makan siang, ngopi bareng, buka puasa bareng, dengan sesama pebisnis lain. Baca buku. Hadiri acara-acara seperti seminar, workshop, dll.
Jangan malas...
Melarkan otak kita agar ide-ide baru terus bermunculan.
Setelah banyak ide, lalu apa?
Eksekusi!
Inilah yang mahal menurut saya.
Banyak sekali kita lihat bisnis dengan ide-ide sederhana, biasa saja, diluar sana. Namun karena eksekusinya kelas dunia, maka bisnisnya mendunia juga.
Sebaliknya, ide bagus dan baru malah sering tidak diterima pasar karena eksekusinya yang biasa-biasa saja.
Eksekusi yang bagus akan membuat idenya terlihat bagus.
Yang membawa kita ke poin kedua:
2. Ide akan selalu muncul lebih cepat dari kemampuan kita untuk mengeksekusinya
Setelah bisnis Anda berjalan, dan Anda sudah terbiasa mengeluarkan ide-ide baru, maka masalah baru akan muncul: ide-idenya tidak berhenti bermunculan, terlalu banyak terlalu cepat.
Karena semua ide terlihat bagus, maka yang jadi masalah selanjutnya adalah: mana yang harus dieksekusi terlebih dahulu?
Saya pernah ngobrol dengan Mulyadi, partner saya di KIRIM.EMAIL, yang dimana kesimpulan dari percakapan itu adalah, Mulyadi mengatakan: ide-ide saya itu menjadi distraksi atau pengganggu terbesar bagi perusahaan, sehingga kami harus menyaringnya dulu sebelum idenya dilempar ke tim.
Akhirnya kami membuat group khusus yang berisi wadah dimana ide-ide saya akan berusaha untuk dibunuh terlebih dahulu, jika ide itu selamat, baru akan saya presentasikan ke tim untuk kemudian kami eksekusi.
Beberapa ide, tidak mau mati beberapa kalipun kita berusaha membunuhnya, jika ini terjadi, disitulah saya merasa ide ini layak untuk dieksekusi.
Tapi itu jarang sekali terjadi, seringnya, kami harus membunuh ide-ide yang menurut saya bisa menumbuhkan perusahaan. Sakit kah? Pasti.
Belajar mengatakan "tidak", menurut saya, adalah salah satu hal paling penting dan paling menantang yang harus kita pelajari.
Seperti kada Steve Jobs:
"Fokus adalah mengatakan tidak pada ratusan ide bagus yang kita miliki".
3. Ide yang bagus akan memicu respon
Bayangkan, Nadiem Makarim (CEO Go-Jek sekarang), saat dulu Go-Jek belum ada, lalu bertemu dengan Anda dan mengatakan:
"Saya akan bikin layanan ojek yang bisa dipesan online".
Anda mungkin akan tertawa.
Atau mungkin meragukan.
Tertawa, menurut saya adalah respon spontan yang umum terjadi pada ide bisnis yang bagus.
Selain menertawakan, respon orang lain pada ide Anda bisa bermacam-macam:
- Ada yang menertawakan.
- Ada yang menghina.
- Ada yang meragukan.
- Ada yang berusaha mematikan.
- Ada yang bingung dan kemudian menanyakan.
- Ada yang mencuri.
Saya tidak masalah dengan semua respon diatas, yang jadi masalah adalah: ide saya diabaikan.
Atau tidak ada respon.
Ya, saya lebih memilih ide saya ditertawakan, dihina, bahkan dicuri, daripada diabaikan.
Karenanya, dari dulu saya tidak pernah ragu membagikan ide bisnis saya ke social media, atau kemanapun.
Saya tidak pernah takut dicuri, malah kalau ide itu dicuri dan berhasil dieksekusi orang lain, saya kini bisa memodel cara orang tersebut mengeksekusi idenya agar bisa berhasil juga. Jadi ada blue print-nya.
Respon membutuhkan usaha, energi, seseorang tidak akan merespon kalau itu tidak penting atau tidak menarik perhatiannya.
Dan saat itu tidak menarik perhatian, maka akan sulit bagi Anda nantinya untuk menarik perhatian pembeli juga.
“People think focus means saying yes to the thing you've got to focus on. But that's not what it means at all. It means saying no to the hundred other good ideas that there are. You have to pick carefully. I'm actually as proud of the things we haven't done as the things I have done. Innovation is saying no to 1,000 things.”
― Steve Jobs
Jadi, sudah ada berapa ide baru hari ini?
-Fikry
____
Jika Anda merasa #SahurBiz bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman Anda dengan membagikan alamat ini >> http://kirim.email/sahurbiz
Anda adalah satu dari puluhan ribu orang yang menerima dan membaca email ini. Anda juga dapat mengirimkan email ke ribuan orang, langsung dengan cepat seperti yang saya lakukan menggunakan KIRIM.EMAIL. Silahkan daftar disini >> http://KIRIM.EMAIL

