#SahurBiz - Lawan Dari Kesuksesan

Bismillah...

Dalam prinsip berlawanan, maka yang satu harus absen agar yang lain bisa hadir.

Jadi, lawan dari terang adalah gelap. Cahaya (terang) harus absen agar bisa terjadinya gelap.

Lawan dari manis adalah pahit. Gula harus absen dari teh/ kopi Anda agar bisa pahit.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia dulu, ini disebut "antonim" atau lawan kata.

Jadi, apa lawan dari kesuksesan?

Awalnya mungkin Anda berpikir sama seperti saya, atau mungkin tanyakan teman-teman Anda, mayoritas dari mereka akan berkata bahwa lawan dari kesuksesan adalah kegagalan.

Namun, setelah lama saya amati, saya TIDAK pernah melihat orang sukses yang tidak pernah gagal dalam proses mereka menuju sukses.

Saya belum pernah ketemu orang yang sukses beriklan di Facebook misalnya, yang belum pernah boncos sebelumnya (boncos = iklannya tidak menghasilkan).

Saya belum pernah bertemu pebisnis besar, yang bisnis nya sukses bertahan puluhan tahun, yang belum pernah gagal saat menuju kesana. Justru mereka gagal nya lebih banyak daripada saya.

Beberapa dari mereka bahkan sudah beberapa kali bangkrut sebelumnya sebelum akhirnya bisnisnya sukses dan membesar.

Jadi, harusnya, jika mengikuti kaidah diatas:

Agar sukses terjadi, maka kegagalan harus absen.

Jadi pebisnis-pebisnis yang saya amati itu tidak akan sukses donk?

Jika saya melihat dari banyak kasus, kegagalan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kesuksesan. Terintegrasi. Menyatu.

Kegagalan seringkali memberikan pelajaran mendalam tentang sesuatu yang kita jalani dalam bisnis.

Tanya saja orang-orang yang berhasil bangkit dari kebangkrutan, Anda akan mendapati mereka mengatakan bagaimana kebangkutan tersebut mengajari mereka banyak hal.

Saya pernah menemukan orang yang belajar keuangan lebih baik setelah bangkrut, ada yang belajar memimpin orang lain lebih baik, ada yang belajar manajemen operasional perusahaan, ada yang belajar marketing, sales, dll.

Intinya, kegagalan malah jadi sumber pembelajaran yang membuat orang-orang ini jadi sukses. Seperti anak tangga, kegagalan membantu mereka naik.

Kegagalan seringkali BUKANLAH hasil akhir, KECUALI seseorang berhenti atau menyerah karena kegagalan tersebut. Itu lain cerita.

Jadi kegagalan bisa jadi tantangan sementara, atau penghambat permanen, itu tergantung orang yang mengalami kegagalan tersebut.

Seseorang yang tidak membuat kesalahan dan gagal, artinya tidak membuat apapun. Semakin besar kegagalannya, semakin besar tindakan atau perbuatannya.

Ini bukan berarti Anda HARUS gagal. Kalau dari percobaan pertama Anda langsung berhasil, bersyukurlah yang banyak, itu adalah hadiah dari Allah untuk Anda.

Jadi, apa lawan dari kegagalan.

Menurut saya adalah: mediocrity.

Mediocrity jika kita lihat di Google Translate, artinya: biasa-biasa saja.

Atau keadaan sedang.

Orang yang sedang-sedang saja.

Inilah yang menurut saya harus absen jika Anda ingin sukses mendapatkan yang Anda inginkan.

Agar bisa sukses menghapal Al-Qur'an misalnya, seseorang tidak bisa membacanya biasa-biasa saja. Harus intensif,bawa Qur'an nya kemana-mana, siap untuk mengorbankan waktu yang tidak sedikit, siap untuk duduk berlama-lama duduk dirumah saat mungkin teman-temannya lagi bersenang-senang diluar sana.

Agar bisa sukses beriklan di Facebook misalnya, Anda harus melihat dan mempelajari angka-angkanya lebih banyak dari orang lain, Anda harus melakukan split test lebih banyak dari orang lain. Seorang Facebook Advertiser terbaik yang saya kenal, itu membuat dan menguji ratusan iklan video dalam sehari. Begitu banyaknya membuat video sampai komputer desktop dengan spesifikasi tertinggi pun bisa menyerah di tangannya.

Salah seorang guru email marketing saya itu memiliki rangkaian email autoresponder selama 152 minggu, ya, hampir 3 tahun. Artinya jika Anda mendaftar sekarang, maka Anda akan terus mendapatkan emailnya sampai 3 tahun kedepan.

Guru email marketing yang lain itu mengirimkan email broadcast setiap hari selama hampir 10 tahun belakangan ini.

Anda mungkin tidak pernah menjumpai Ade Rai berolah raga di Car Free Day, karena itu untuk orang yang biasa-biasa saja.

Anda TIDAK bisa mengeksekusi sesuatu dalam bisnis Anda dengan biasa-biasa saja, karena hasilnya pasti biasa-biasa saja, bahkan mungkin akan berada DIBAWAH rata-rata.

Jadi, hal apa yang ingin sukses melakukan apa? Bagaimana Anda mengeksekusinya? Apakah masih sama dengan kebanyakan orang?

Masihkah kita termasuk dalam golongan mediocrity?

Sampai ketemu di #SahurBiz selanjutnya, InsyaAllah...

-Fikry

 

____

Jika Anda merasa #SahurBiz bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman Anda dengan membagikan alamat ini >> http://kirim.email/sahurbiz

Anda adalah satu dari puluhan ribu orang yang menerima dan membaca email ini. Anda juga dapat mengirimkan email ke ribuan orang, langsung dengan cepat seperti yang saya lakukan menggunakan KIRIM.EMAIL. Silahkan daftar disini >> http://KIRIM.EMAIL