Bismillah...
Kemungkinan besar, saat membaca email ini, Anda mengenal Superman.
Saya tahu Ia karakter fiksi, dan maksud tulisan ini bukan mengambil sesuatu pelajaran dari Superman, tetapi, Superman akan menjadi contoh yang paling mudah untuk saya menggambarkan apa yang ingin saya katakan berikut ini.
Anda mungkin sudah tahu kekuatan Superman.
Namun, Anda tahu kelemahan Superman?
Ya, Superman lemah dengan batu dari Krypton.
Jadi pecahan batu dari planet asalnya Superman: Krypton, itu ternyata memiliki radiasi yang bisa membuat Superman lemah.
Padahal kalau manusia biasa memegang batu itu, ya biasa saja, tidak ada apa-apa.
Namun ditangan Superman batu biasa itu bisa mematikan. Kulitnya yang tahan peluru kini bisa ditembus pakai jarum.
Ini analogi yang paling pas untuk saya menggambakan kita dan tim bisnis kita secara individu.
Salah satu pelajaran terpenting yang saya ambil dari mengelola tim sampai saat ini adalah:
Orang yang memiliki kekuatan super akan memiliki kelemahan super juga.
Seperti Superman.
Kemampuan super yang saya maksud disini bisa saja berupa: kemampuan berbicara yang bagus, network yang luas, attitude yang menarik, kemampuan negosiasi yang ulung, dll.
Intinya skill yang akan memberikan dampak pada bisnis Anda.
Jadi, jika didalam tim Anda ada seseorang dengan kemampuan super, kemungkinan besar Ia juga memiliki kelemahan super.
Awalnya saya ragu, kalimat diatas terlalu men-generalisir. Apa iya semua orang yang memiliki skill yang bagus (kemampuan super) juga akan memiliki kelemahan super?
Dari yang saya perhatikan sampai detik ini, jawabannya: iya, 100%.
Jika didalam tim Anda ada orang yang efektif dalam bekerja, tidak suka membuang waktu, kerjanya rapi (kemampuan super), biasanya sering dianggap sombong dan jutek oleh rekan-rekan kerjanya. Sehingga Ia harus berusaha ekstra keras hanya untuk membaur (kelemahan super).
Padahal, mungkin, Ia hanya ingin fokus bekerja, dan tidak ingin mencampur pekerjaan dengan ngobrol yang tidak berdampak ke hasil pekerjaan. Keuatan super yang mungkin dibutuhkan oleh perusahaan Anda.
Di sisi lain, orang yang serba bisa, bisa Facebook Ads, bisa mengurus keuangan, bisa main futsal, bisa berenang, bisa jadi sales yang bagus di lapangan (kemampuan super). Dari pengalaman saya memiliki jangka waktu waktu perhatian yang pendek dan kemampuan fokus yang rendah. Ia tidak sabaran mengurusi satu hal sampai selesai, sebelum selesai biasanya sudah gatel mau mengerjakan pekerjaan lain (kelemahan super). Ini akan rawan membuat anggota tim lain (dan mungkin Anda) jadi frustasi.
Sang perfeksionis, produk buatannya akan sempurna, mulus... Ngetik tidak typo (kekuatan super). Mungkin hasil kerjanya sering tidak tepat waktu karena hasilnya belum sempurna, Ia juga akan sulit meluncurkan produk karena alasan yang sama, dan cendrung seperti terlihat menunda-nunda (kelemahan super).
Orang yang super empati, banyak disukai oleh teman-temannya dalam satu tim dan pemimpin yang baik (kekuatan super). Namun mungkin Ia mudah tersinggung karena sering merasa tidak mendapat empati orang lain, dan merasa tidak ada yang mengerti dirinya (kelemahan super).
Dan banyak lagi contoh seperti diatas.
Akhirnya pelajaran yang saya ambil adalah:
Jangan hanya merekrut seseorang dengan kemampuan super kedalam tim Anda hanya karena berharap hasil kerjanya yang bagus, namun juga tentukan seberapa banyak kemampuan Anda mentoleransi kekurangan supernya.
Saat ini, menurut saya adalah wajar sekali seseorang memiliki kelemahan super jika Ia memiliki kekuatan super.
Masalah dimulai saat ekspektasi kita akan kekuatan super seseorang, tidak dibarengi dengan kesiapan kita untuk mentoleransi kelemahan supernya.
Menurut saya, justru berhati-hatilah dengan yang tidak memiliki kelemahan super ini, karena bisa jadi hasil kerjanya akan biasa-biasa saja. Alias dia tidak punya kekuatan super.
Untuk saya pribadi, selama kekurangan supernya masih yang baik-baik, maka akan sangat saya tolerir.
Kekurangan yang tidak baik seperti: suka mencuri, suka berbohong, sering menimbulkan perpecahan didalam tim, suka memfitnah, dll. Yang seperti ini jelas tidak akan saya teruskan (alias dipecat), sebagus apapun kekuatan supernya.
Kekurangan super yang umum seperti: suka menunda, tidak bisa membaur dengan tim, sulit berkomunikasi, dll, itu semua bisa di latih untuk jadi lebih baik. Butuh waktu kadang, tapi bisa.
Jadi, sadarkah Anda kekurangan super Anda dan tim Anda?
Bisakah Anda dan tim saling mentolerir kekurangan super ini?
Sampai ketemu di #SahurBiz selanjutnya, InsyaAllah...
-Fikry
____
Jika Anda merasa #SahurBiz bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman Anda dengan membagikan alamat ini >> http://kirim.email/sahurbiz
Anda juga dapat membuat sendiri email newsletter seperti ini menggunakan KIRIM.EMAIL. Silahkan daftar disini >> http://KIRIM.EMAIL

