#SahurBiz Belajar Percaya

Bismillah...

Beberapa hari yang lalu, Majalah INC merilis daftar perusahaan yang menjadi tempat terbaik untuk bekerja.

Dan salah satu pemenangnya? Perusahaan yang membuat aplikasi social media favorit saya: Buffer.

Tahukah Anda, perusahaan dengan tempat kerja terbaik tahun 2018, itu seluruh karyawannya tidak berkantor. Ya, Buffer sudah menjual kantornya beberapa tahun yang lalu, dan mereka bekerja full remote, atau jarak jauh.

Lucu ya, jadi bukan yang kantornya "fun" atau menyenangkan ala Google yang menang, tapi yang tidak berkantor.

Karena sebagus apapun kantor, mungkin tidak akan bisa menggantikan kebebasan bisa bekerja dari tempat yang membuat kita bahagia.

Saat ini, sudah hampir 3 tahun kami di KIRIM.EMAIL juga bekerja secara remote. Kami tidak memiliki kantor, dan bisa bekerja dari mana saja, selama pekerjaannya selesai dengan baik.

Alhamdulillah saat ini kami berlima belas, bekerja dari 9 kota berbeda, dalam 2 zona waktu. Dan insyaAllah dalam waktu dekat akan bertambah lagi.

Saat mendengar bagaimana kami bekerja, 9 dari 10 pertanyaan yang saya terima tidak akan jauh-jauh dari:

"Dari mana mas tahu kalau mereka bekerja?"

Atau:

"Mengontrolnya gimana mas?"

Biasanya saya tanya balik:

"Apakah dengan datangnya seseorang ke kantor menjamin dia bekerja dengan baik?"

Biasanya reaksi yang saya dapatkan selalu sama, wajah yang tidak yakin lalu menjawab:

"Nggak juga sih mas..."

 

____

Salah satu pelajaran yang saya pelajari dari mengelola tim secara remote adalah?

Kepercayaan.

Saya percaya, jika kita ingin dipercaya oleh orang lain, maka kita harus percaya terlebih dahulu dengan orang tersebut.

Saya tidak hanya berkata "saya percaya dengan tim KIRIM.EMAIL", semua orang bisa berkata seperti itu, normatif.

Saya berusaha membuktikan kalau saya percaya dengan tim ini, dengan cara seperti ini. Membiarkan mereka bekerja dari tempat mereka bahagia, bukan tempat dimana saya bisa mengawasi.

Dan Alhamdulillah, sejauh ini, tim KIRIM.EMAIL bekerja sangat produktif menurut saya.

Apakah ada kekurangannya bekerja remote?

Jelas, ketiadaan interaksi fisik menurut saya adalah kekurangan terbesar. Manusia di desain untuk berinteraksi secara langsung, namun di KIRIM.EMAIL kami mungkin hanya bisa melakukannya satu tahun sekali.

Namun untuk teknis pekerjaan sehari-hari saya merasa tidak ada perbedaan berarti.

Orang yang pada dasarnya tidak jujur, akan tidak jujur saat dibiarkan bekerja sendiri, dan saat bekerja bersama di kantor.

Orang yang pada dasarnya suka mengambil yang bukan miliknya, akan mencari sejuta cara mengambil sesuatu tersebut saat ditinggal sendiri maupun saat bekerja bersama di kantor.

Orang yang banyak alasan dan suka menunda pun akan banyak alasan dan suka menunda dimanapun ia bekerja.

Anda mungkin sudah menangkap maksud saya.

Lagi, tidak semua orang cocok bekerja sendiri atau bekerja remote. Namun Kelebihannya menurut saya banyak sekali:

  • Anda dan tim Anda bebas macet, hampir selalu bisa ngobrol dalam kondisi fresh.
  • Semua bentuk komunikasi biasanya terdokumentasi dengan baik. Karena komunikasinya mayoritas melalui media tertulis seperti chat dan status update.
  • Tidak ada yang ketinggalan berita, dan tidak perlu menjelaskan hal yang sama berkali-kali ke orang berbeda. Anda hanya harus menjelaskan satu kali, dan semua tim Anda bisa melihatnya.

Dan tentu saja yang paling penting, dan juga (terkadang) paling berat: Kita jadi belajar memberikan kepercayaan ke orang lain.

Lebih detail tentang kerja remote.

Saya sudah membahas lebih banyak mengenai kerja remote di beberapa tulisan dan podcast yang bisa Anda baca dan dengar disini, silahkan klik link dibawah ini:

Untuk Anda yang masih rutin bermacet-macetan, semangat ya... Jangan mengeluh, banyak berdoa.

-Fikry

____

Anda adalah satu dari puluhan ribu orang yang menerima dan membaca email ini. Anda juga dapat mengirimkan email ke ribuan orang, langsung dengan cepat seperti yang saya lakukan menggunakan KIRIM.EMAIL. Silahkan daftar disini >> http://KIRIM.EMAIL

____

Walaupun saya sangat menikmati menulis #SahurBiz namun sepertinya email ini adalah email #SahurBiz terakhir dari saya.

Saya tahu, saya tidak bisa menepati niat saya untuk menulis setiap hari selama Bulan Ramadhan, semoga Allah memaafkan saya.

Saya menghentikan #SahurBiz dikarenakan terlalu menyita waktu saya selama Bulan Ramadhan.

Selain harus memikirkan dan mengedit tulisan secara matang, saya tidak menyangka respon dari Anda sangat banyak dan positif, untuk itu saya mengucapkan terima kasih. Namun disisi lain, saya juga tidak ingin Bulan Ramadhan kali ini waktu saya habis dengan menulis dan membalas email.

Mohon maaf dan sekali lagi terima kasih.

InsyaAllah kita ketemu di tulisan-tulisan yang lain.

Selamat menjalankan ibadah puasa.