Studi kasus email marketing di media sosial

Bismillah…

Jika mendengar kata email marketing tidak sedikit yang berfikir bahwa seseorang harus punya website terlebih dahulu baru bisa pakai channel pemasaran ini. Mungkin juga Anda pernah berfikir hal yang sama.

Jawabannya adalah benar, namun tidak sepenuhnya benar.

Seperti yang sudah saya tulis pada subject email ini bahwasanya kali ini secara khusus kita akan bahas tentang studi kasus email marketing untuk toko online di Instagram atau Facebook.

Tujuan dari email ini adalah untuk memberikan gambaran bahwa email marketing itu bisa Anda terapkan dimana saja. Sehingga cocok untuk Anda yang baru pertama kali terjun di dunia bisnis online dan mau mempunyai database email.

Studi kasus ini datang dari salah satu pengguna di KIRIM.EMAIL yaitu Flanelshop Indonesia di flanelshop.com. Sebuah toko online yang khusus menjual kain flanel dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kreasinya.

Apa saja yang dilakukannya sehingga saya tertarik untuk memberikan caranya kepada Anda?

Yang dilakukan Flanelshop Indonesia sebenarnya sangatlah sederhana dan Anda pun bisa mengikutinya.

Pertama adalah dengan menyediakan Lead Magnet.

Untuk Anda yang belum tahu lead magnet sederhananya adalah sebuah nilai tukar non uang yang intinya sesuatu yang bermanfaat untuk Anda berikan secara gratis kepada leads (prospek) Anda untuk ditukarkan dengan alamat email.

Pada kasus ini Flanelshop Indonesia menjadikan pola gratis sebagai lead magnetnya.

Kedua, adalah menggunakan landing page builder dari KIRIM.EMAIL

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat Squeze Page atau landing page berisi formulir untuk menjaring alamat email. Diawal saya sudah bilang bahwa untuk studi kasus ini Flanelshop Indonesia tidak menggunakan website.

Betul sekali, Flanelshop Indonesia menggunakan layanan landing page builder dari KIRIM.EMAIL dengan fitur ini Anda bisa membuat landing page yang cantik tanpa harus mempunyai website, tanpa domain dan tanpa hosting :) asik ya.

Ketiga, menggunakan aplikasi short url

Setelah landing pagenya sudah jadi selanjutnya adalah membuat url baru dengan aplikasi short url seperti bit.ly atau goo.gl. Tujuannya adalah untuk memperpendek link url supaya mudah dihafalkan dan untuk menyembunyikan url aslinya.

Ke-empat, adalah memposting dan mempromosikannya di facebook atau instagram.

Untuk Facebook mungkin sudah banyak yang tahu cara ini. Anda tinggal share lead magnet Anda beserta halaman untuk mendowloadnya. Selesai. Karena secara default Facebook bisa mengenerate link yang kita bagikan di sana.

Namun berbeda dengan Instagram, satu-satunya cara untuk menempatkan link adalah dibagian pengaturan profilenya atau di bio seperti pada gambar diatas.

Selesai!

Sangat mudah bukan?

Mau belajar studi kasus email marketing yang lebih dari ini? Anda bisa belajar semua hal tentang email marketing di kelas Super Email Marketer yang kali ini sudah masuk ke Batch ke 2

Daftar kelasnya di sini!

Selama 3 bulan Anda akan kami gembleng menjadi email marketer handal step by step, langkah demi langkah dengan materi yang sangat dasar hingga materi yang dapat menghasilkan konversi.

Tidak hanya itu Anda juga akan diberikan tugas-tugas dari setiap module materi dan ujian sertifikasi di akhir kursus ini.

Daftar kelasnya di sini!

Sampai jumpa di kelas nanti! Kelas akan kita mulai 5 hari lagi, InsyaAllah

 

-Dion Arfan