Kenapa pembeli jadi loyal?

Super Email Marketer 3

Bismillah...

Di KIRIM.EMAIL, kami tidak hanya fokus untuk mendatangkan pelanggan baru, namun juga menjaga pelanggan lama agar tidak pergi.

Keduanya sama pentingnya, namun bagi kami, pelanggan yang bahagia memiliki nilai prioritas yang lebih tinggi daripada hanya terus menambah jumlah pengguna.

Kami sadar, inilah jantung dari KIRIM.EMAIL.

Pada dasarnya hanya ada 2 alasan pelanggan Anda menetap atau menjadi loyal kepada bisnis Anda.

Pelanggan yang menjadi loyal karena harus atau pelanggan yang loyal karena ingin.

Pelanggan yang loyal karena harus, dalam dunia bisnis biasa disebut Behavioral Loyalty.

Pelanggan seperti ini biasa menjadi loyal karena mereka tidak punya pilihan, atau secara logis bisnis Anda lebih mudah untuk ditemukan/ diakses pelanggan Anda.

Contohnya dalam dunia nyata terjadi pada diri saya sendiri (mungkin juga Anda.)

Selama beberapa tahun, saya membeli air minum galon di toko yang sama. Kenapa?

Alasan pertama karena toko tersebut dekat rumah saya, setiap saya pulang kerumah, saya melewati toko tersebut. Jadi ya bisa nyambi.

Selain itu mereka juga menyediakan layanan antar galon minuman, tapi berhubung pengirimannya bisa memakan waktu berjam-jam, maka lebih cepat untuk saya membeli langsung ke toko.

Alasan kedua: saya tidak punya pilihan.

Saat itu, kompleks perumahan tempat saya tinggal terbilang relatif baru.

Belum ada mini market yang buka disana, hanya toko-toko kelontong biasa.

Jadi bisa saya lewati sambil pulang, dan memang tidak ada pilihan.

Artinya, mau yang jual orangnya jutek gimana pun, mau pengirimannya berjam-jam, dll, saya akan tetap membeli air minum galon disana.

Toko alternatif jaraknya belasan kilometer dari rumah saya, sedangkan saat saya baru tiba di perumahan itu, belum ada ojek online.

Artinya, begitu ada alternatif yang lebih membuat saya bahagia maka saya akan pindah.

Dan benar, begitu toko-toko baru bermunculan, termasuk toko retail modern, maka saya sampai detik ini belum pernah transaksi lagi di toko kelontong pertama tersebut.

Selamat tinggal penjual jutek...

Itulah Behavioral Loyalty, pelanggan seperti ini penting untuk Anda, karena mengindikasikan bisnis Anda dibutuhkan oleh pelanggan, dan tentu saja, akan banyak membantu cashflow (arus kas.)

Namun, saat pelanggan Anda tidak bahagia, mereka akan bisa dengan mudah pindah ke lain hati bisnis.

Namun ada juga pelanggan yang menjadi loyal ke bisnis Anda karena mereka ingin. Ini biasanya disebut dengan Attitudinal Loyalty atau Emotional Loyalty.

Pelanggan yang seperti ini biasanya berlangganan ke bisnis Anda karena mereka memang mencintai bisnis Anda.

Contohnya, saat saya tiba di kota Medan, maka hal pertama yang saya datangi adalah sebuah Warung Soto di Medan yang sudah cukup ternama.

Saya bahkan pernah memaksakan makan disana padahal jadwal pesawat pulang saya sudah dekat dan saya terancam ketinggalan pesawat.

Apakah ini perbuatan yang benar? Mungkin tidak, terlalu beresiko.

Tapi kenapa saya melakukannya? Kenapa saya memaksakan diri harus makan disana?

Alasannya lebih ke faktor emosional, karena saya sudah jatuh cinta dengan rasa soto tersebut.

Tipe pelanggan seperti inilah yang harus Anda bangun hubungannya.

Memang tidak mudah, tapi jika berhasil, Anda akan memiliki pelanggan yang tidak akan mudah pindah ke bisnis lain hanya karena jarak Anda jauh misalnya, atau kompetitor melakukan diskon gila-gilaan.

Kita akan mendiskusikan ini lebih lanjut lagi agar Anda bisa memiliki basis pelanggan yang loyal di Super Email Marketer, program 3 bulan belajar email marketing secara intensif bersama saya dan tim KIRIM.EMAIL.

Silahkan daftar disini, kelasnya akan kita mulai tanggal 5, insyaAllah...

KLIK DISINI untuk mendaftar

Jika Anda memiliki pertanyaan silahkan balas email ini atau hubungi kami melalui Whatsapp disini:

Ngobrol di Whatsapp

Loyalitas itu lebih dari sekedar bikin puas.

-Fikry