Bismillah...
Setelah cukup lama absen, akhirnya beberapa bulan ini saya mulai aktif lagi memanah.
Dan malam minggu kemarin, saya Alhamdulillah berkesempatan untuk di coaching yang "bener" oleh coach panahan professional setelah selama ini hanya belajar bermodal YouTube dan beberapa artikel web/ ebook.
Dari sesi kemarin, akhirnya saya mengetahui beberapa kekurangan saya seperti: posisi tangan yang kurang relax, rotasi lengan yang salah, penempatan arrow (anak panah) yang salah, jempol yang tidak konsisten, dll.
Memang, mengubah habit yang keburu sudah melekat ke saya ini sulit sekali. Namun jika tidak diubah, saya mungkin tidak akan pernah menghasilkan hasil yang konsisten.
Namun, yang spesial dari sesi semalam justru terjadi dilluar sesi latihan.
Saya ngobrol agak panjang dengan kedua coach yang kebetulan sedang ada disana.
Salah satunya adalah atlet professional, dan yang meng-coaching saya adalah praktisi horse bow.
Dari pengalaman memanah mereka, saya mencatat beberapa prinsip yang menurut saya sangat mirip dengan bisnis, terutama dalam penerapan email marketing.
Beberapa diantaranya adalah:
Presisi adalah hasil dari konsistensi.
Hampir semua pemanah yang saya kenal ingin jadi pemanah yang memiliki akurasi dan presisi tinggi.
Akurasi menunjukkan kedekatan hasil pengukuran dengan nilai sesungguhnya, presisi menunjukkan seberapa dekat perbedaan nilai pada saat dilakukan pengulangan pengukuran.
Artinya, jika dalam sekali melepaskan anak panah, Anda tepat ke sasaran, maka Anda akurat.
Dan jika Anda berulang kali dengan akurasi yang sama, maka Anda memiliki presisi yang tinggi.
Dulu guru saya pernah mengatakan:
"Satu kali itu kebetulan, dua kali itu keberuntungan, tiga kali itu keahlian."
Artinya, agar Anda bisa memanah dan tepat berkali-kali, Anda harus memiliki keahlian atau skill.
Dan repetition is the mother of any skills. Pengulangan adalah induk dari segala keahlian.
Dari 2 jam sesi latihan saya kemarin, mungkin hanya 15-30 menit yang berisi "pelajaran" atau sesi keilmuan, dimana sang coach memberi tahu saya apa yang harus saya lakukan..
Ia mengatakan tangan saya harus seperti ini, jari seperti ini, cara melepas arrow yang baik seperti itu, dll.
Sisanya, saya hanya memanah, memanah, dan memanah lagi.
Jika dihitung-hitung mungkin ada sekitar 15 sesi panahan yang saya lakukan, jika per sesi saya melepaskan 9 arrow, maka dalam 2 jam itu ada 135 arrow yang saya lepaskan.
Dan dari arrow pertama ke arrow 135, saya merasakan melihat perbedaan.
Kenapa? Karena setelah 100 lebih anak panah, tubuh saya mulai "mengingat" apa yang harus dilakukan.
Secara bawah sadar, saya mulai bisa melepaskan anak panah yang memiliki akurasi dan presisi yang lebih tinggi.
Prinsip ini sama seperti email marketing.
Agar Anda bisa menulis email promosi yang menghasilkan, Anda harus mulai menulis, setiap hari.
Di tahun 2015 - 2016, saya mengirimkan 300an email pertahun. Artinya saya hanya absen kurang dari 60 hari dalam setahun.
Sisanya, saya selalu mengirimkan.
Karenanya, kirimkan email setiap hari mulai hari ini, setelah 1-2 bulan, Anda akan mulai merasakan dampak email-email yang Anda kirimkan tersebut.
Dan setelah setahun, insyaAllah Anda tidak akan memikirkan lagi hari ini mau nulis apa, karena semuanya sudah menjadi habit dan masuk ke alam bawah sadar.
Jangan over-thinking
Jangan terlalu memikirkan semua hal disaat bersamaan (over-thinking.)
Ada satu divisi di panahan yang namanya "insticntive archery."
Sesuai namanya, Anda memanah menggunakan insting apakah arrow-nya akan tepat atau tidak.
Tidak ada alat bantu yang akan membimbing Anda dalam membidik.
Anda harus "merasakan" apakah arrow Anda akan tepat.
Disaat Anda sudah menarik bow (busur panah) nya, jika Anda terlalu lama menahan arrow-nya dan tidak melepaskan, pikiran-pikiran sadar Anda akan mulai mengambil alih.
Dan saat Anda mulai memikirkan banyak hal, hampir dipastikan arrow Anda tidak akan berada di tempat yang Anda mau.
Saat Anda menjalankan bisnis pun prinsip ini menurut saya berlaku.
Ada satu kalimat yang selalu saya ucapkan ke tim di KIRIM.EMAIL:
"Semua bukan masalah sampai menjadi masalah."
Artinya, jika ingin mengambil keputusan yang besar, walaupun mungkin beresiko, ya ambil aja...
Jangan terlalu memikirkan besok, tahun depan, 10 tahun lagi, dll.
Rencana itu penting, namun terlalu mengantisipasi masalah juga akan menghambat kita untuk mengambil lompatan besar.
Kita semua lahir dengan insting, dan insting yang terus didengar dan dilatih, insyaAllah akan semakin akurat hasilnya.
Karenanya, jangan terlalu memikirkan rencana email marketing yang canggih.
Sederhana saja: kirim email setiap hari.
Sudah.
Coba.
Lakukan.
Sekarang...
Relax dalam tekanan
Setiap anak panah, punya berat tarikan masing-masing.
Busur yang saya gunakan berat tarikannya tertulis 50 LBS, atau sekitar 25 KG.
Konon, dari sebuah video yang saya lihat di YouTube, atlet olimpiade mengakumulasi berat tarikan sebesar 2 ton selama pertandingan berlangsung.
Namun, di sisi lain, tangan Anda harus sangat relax atau sangat tenang ditengah beban 50 LBS itu, agar anak panah Anda bisa meluncur dengan baik.
Hal ini sangat berlaku di email marketing.
Akan selalu ada orang yang membalas email Anda dengan nada kasar.
Akan selalu ada orang yang berhenti berlangganan.
Dan membangun database email yang bagus itu butuh waktu.
Email Anda akan masuk spam.
Dll.
Semua ini akan memberikan Anda tekanan, apalagi di akhir bulan Anda harus membayar gaji karyawan.
Namun, usahakan tetap tenang dan terus jalankan kampanye email marketing Anda.
Bertanggung jawab penuh.
Saat saya tiba di lokasi latihan, saya membawa arrow yang tidak sesuai dengan standart panahan.
Ini karena arrow yang saya pesan secara online belum datang, akhirnya saat latihan, saya membawa arrow apa adanya.
Saat sesi pertama selesai, saya berkali-kali menyalahkan arrow saya untuk hasil yang tidak akurat.
Melihat itu, coach saya hanya senyum dan kemudian mengarahkan posisi tanyan saya agar lebih baik.
Hasilnya arrow yang "tidak standart" ini tiba-tiba menjadi lebih akurat.
Dari sini, tidak masalah apapun "tools" yang Anda gunakan.
Setiap campaign yang Anda jalankan.
Setiap email yang Anda kirim.
Berhasil ataupun tidak.
Mendatangkan pembeli ataupun tidak.
Itu semuanya menjadi tanggung jawab Anda.
Secanggih apapun fitur yang ada di KIRIM.EMAIL, Anda lah "nyawa" dari email Anda.
Anda juga yang merupakan alasan terbesar campaign Anda gagal atau berhasil.
Bukan karena kemampuan kita arrow nya menjadi tepat.
Dulu, tentara Dinasti Utsmani di Turki, sesaat sebelum melepaskan arrow, mereka berdoa yang kira-kira artinya:
"bukan karena cuaca dan bukan karena busur, melainkan kami para pemanah dapat menjangkau tempat yang jauh karena Engkau sang Al-Haq".
Saat akhirnya arrow itu berhasil tepat sasaran, itu bukan karena kemampuan kita, atau karena kecanggihan alat-alat kita.
Itu semua karena Allah menggerakkan hati pembaca email kita untuk membeli.
Karenanya jangan lupa untuk berserah diri dan selalu berdoa setiap kali Anda "melepas" email Anda ke pembacanya.
_____________
Beberapa orang akan bilang: ah prinsip ACGD mas...
Apa itu?
Ah Cuma Gitu Doank...
Atau ya itu-itu aja.
Tapi ya memang, mastery, atau proses menguasai sesuatu hingga level mahir, tidak ada rahasia apa-apa didalamnya.
Maaf jika Anda kecewa, karena dari dulu di dunia musik, bisnis dan sekarang panahan, saya hanya menemukan prinsip yang ini-ini saja.
Sekarang, tinggal bagaimana kita menjalankannya dan keridhoan Allah yang akan menentukan hasilnya, insyaAllah...
Mulailah ngirim email ke pelanggan Anda sekarang juga.
Daftar di:
http://kirim.email
Jangan lupa berdoa...
-Fikry
