Bisnis itu harus seperti ini...

Bismillah...

Di tahun 2017 ini, aneh menurut saya jika ada seseorang yang mengatakan sesuatu seperti:

"Pebisnis itu tidak boleh mengerjakan XYZ dalam bisnisnya..."

Atau

"Bisnis itu harus jalan tanpa diawasi pemilik bisnisnya..."

Dan sesuatu seperti itu.

Intinya, kalimat-kalimat peranakan dari kalimat sejuta umat: "bisnis jalan, pemiliknya jalan-jalan."

Ya kalau memang bisnis Anda mengharuskan Anda untuk jalan-jalan (umroh, bisnis Travel, dll) ya silahkan.

Biasanya yang mengatakan kata-kata seperti itu malah bukan pemilik bisnis, tapi business coach, yang memang ya jualannya... Ya... Business coach...

Yang mendapatkan keuntungan dari mengajari pebisnis meninggalkan bisnisnya.

Mungkin tidak semua business coach seperti itu, saya tau beberapa orang yang sangat luar biasa impact nya, tapi ya lagi, yang seperti itu juga banyak.

Saya tidak menolak keberadaan business coach.

Seperti layaknya atlet kelas dunia masih butuh pelatih, maka bisnis kita memang bisa jadi akan lebih baik dengan adanya coach yang professional.

Itu catatan pentingnya: professional.

Dimana memang saat Ia datang, memberikan dampak yang besar ke bisnis yang Ia tangani.

Bukan asal njeplak, dan menyuruh pebisnis ini itu.

Jangan salah juga, saya tidak menolak sistemasi bisnis.

Benar adanya bisnis yang bagus memang tersistemasi dan tidak bergantung dengan individu siapapun yang ada didalam bisnis tersebut.

Benar...

Tapi, menyuruh pemilik bisnisnya meninggalkan bisnisnya, menurut saya kurang tepat.

Kenapa harus ditinggalkan?

Kenapa kok sepertinya salah banget si pemilik bisnis mengurus bisnisnya?

Menurut saya, itu sama saja seperti meninggalkan anak kita. Bener, anak kita harus bisa mandiri. Tapi ada waktunya.

Nanti...

Saya tidak mati-matian membangun bisnis yang saya inginkan, yang saya sukai, untuk saya tinggalkan.

Jadi, dear business coach, tolong berhenti menyuruh saya meninggalkan bisnis saya.

Dan saya tidak sendirian.

Jeff Bezos masih memimpin Amazon sampai sekarang, dan masih terlibat mengambil keputusan disana sini, masih ikut meeting, dll.

Apa alasan dia masih di Amazon?

Perusahaan sekelas Amazon akan dengan mudah menarik profesional-profesional paling cerdas di dunia, yang akan bersedia memimpin perusahaan itu dalam operasional sehari-hari.

Tidak harus Jeff Bezos.

Jadi kenapa Ia masih ikut meeting, dll?

Karena Ia menikmatinya...

Kejadian sama pernah saya temui di penjual Soto di Medan.

Saat saya tanya ke si Bapak yang punya:

"Kenapa masih mau jagain kasir pak? Biasanya kan ada yang jagain?"

Ia menjawab:

"Aku ngapain dirumah dek? Ga ada kerjaan..."

Ia tidak terlihat lelah sama sekali, matanya penuh semangat membara untuk usianya yang sudah tidak muda lagi.

Ia sangat menikmati bertemu banyak orang, melihat bisnisnya berjalan dari meja kasir.

Bayangkan kalau saya bilang: "Ah, bapak, bukan pengusaha sejati, bisnis bapak ga bisa jalan sendiri..."

Apakah cocok?

Dan kenapa saya harus bilang itu?

Ego?

Karena saya merasa lebih tau bisnis daripada penjual Soto Legendaris? Apa iya?

Jadi menurut saya, mengatakan hal-hal seperti itu menurut saya banyakan hal buruknya daripada dampak baiknya.

Kita sudah hidup dimana denyut bisnis tidak berjalan seperti dulu lagi.

Saya melihat sendiri orang-orang yang menjalankan bisnis ribuan dollar sendirian dari kamarnya.

Apakah mereka bukan pebisnis?

Yakin?

Saat saya tanya:

"Kenapa ga bangun tim mas?"

Jawabannya tidak jauh-jauh dari: Males, repot, masih enjoy, dll.

Terus saya tanya lagi:

"Kalau nanti mas kenapa-napa dan bisnisnya tutup gimana?"

Jawaban mereka juga selalu mirip-mirip:

"Kan belum..."

Atau

"Ya rezeki kan bukan dari internet Fik..."

Nah, kalau sudah seperti itu gimana?

Setiap bisnis ada caranya, ada polanya, ada denyutnya masing-masing.

Bisnis itu seperti lari marathon.

Menurut saya, sebaiknya mari kita fokus saja ke garis finish, jangan fokus ke pelari lain, apalagi penonton.

Banyak alasan seorang pemilik bisnis terus menjalankan bisnisnya sampai ia benar-benar tidak sanggup lagi.

Bisa saja bisnis ini adalah panggilan hatinya.

Bisa saja karena ia sangat menikmati.

Bisa saja karena ia masih ingin menjadi nyawa bisnisnya sampai ia tidak sanggup lagi.

Saya menghargai keputusan apapun yang diambil rekan-rekan pebisnis saya, karena saya belum tentu mengenal bisnis mereka dari dalam.

Jadi, jika lain kali Anda menemukan orang yang mendikte Anda dan mengatakan sesuatu seperti:

"Bisnis itu harus seperti ini..."

Tanya diri Anda sendiri apa memang Anda membangun bisnis Anda dari awal untuk menjadi seperti itu?

Kalau iya, ya silahkan...

Tapi kalau Anda tipe seperti Jeff Bezos yang sangat menikmati bisnisnya...

Untuk apa ditinggalkan cepat-cepat?

_________

Maaf, Saya baru sempat menulis email lagi karena sedang sibuk membangun KIRIM.EMAIL 3, yang insyaAllah mulai bisa digunakan tanggal 1 Mei ini.

InsyaAllah Anda akan saya email begitu KIRIM.EMAIL 3 sudah LIVE hari itu.

Mohon doanya...

Fikry Fatullah