Masuk Ke Kolam Yang Banyak Hiu-nya

Bismillah...

Saya adalah penggemar Tim Ferriss, Saya menikmati hampir semua hal yang Ia tulis, baik itu di buku, blog, dll. Saya pendengar setia Podcast-nya. 

Jika Anda belum tau siapa Tim, dan belum menikmati karyanya, silahkan Google saja setelah Anda membaca ini. 

Nah, Dalam sebuah episode di Tim Ferriss Experiment ada sebuah episode dimana Tim harus dengan cepat menguasai Brazilian Jiu Jitsu. 

Lalu apa yang Ia lakukan agar bisa menguasai Brazilian Jiu Jitsu (BJJ) dalam waktu 5 hari? Ia latihan dan bertarung dengan salah satu atlet BJJ kelas dunia.

Hasilnya?

Tentu saja Ia tidak serta merta menjadi atlet kelas dunia, namun dalam 5 hari ia berhasil menguasai salah satu teknik utama BJJ, dan mempelajari banyak hal secara langsung dari atlet kelas dunia. 

Saya adalah penganut sistem belajar seperti ini. 

Saya pribadi menyebutnya: berenang bareng hiu.

Kenapa? Karena saya percaya, jika Anda mau cepat belajar berenang, maka lompatlah ke kolam yang banyak hiunya. 

Dalam dunia nyata, ini mungkin metode yang buruk sekali untuk belajar berenang, tapi bukan berarti prinsipnya tidak berhasil.

Gini...

Dulu, waktu saya masih belajar main musik, saya langsung membentuk band, mencari kompetisi band sekolahan, mempelajari 1 atau 2 lagu untuk dibawakan dalam kompetisi tersebut, dan kemudian manggung. 

Hasilnya saya berhasil manggung walaupun tidak tau semua nada dalam instrument musik yang saya pegang.

Saya hanya mengingat posisi tangan saya dan hanya menghapal 1-2 lagu yang saya bawakan itu.

Saya langsung bisa main alat musik dengan metode seperti ini. 

Setelah saya tau deg-degan nya manggung, rasa malu karena tampil jelek, dan melihat langsung musisi lain, disanalah keinginan belajar yang lebih besar lagi datang.

Tahun 2007 saya berkesempatan untuk mengajar di 2 sekolah musik sekaligus: Purwa Caraka Musik Studio, dan Lembaga Pendidikan Musik Farabi

Semua murid saya di kedua sekolah itu saya didik dengan cara yang persis sama dengan cara saya belajar. 

Saya tidak mulai mengajarkan musik dengan mengajari mereka bagaimana cara membaca not balok seperti beberapa guru musik lain. 

Yang saya lakukan adalah menanyakan kepada mereka: Lagu apa yang mereka sukai? 

Lalu saya mengajarkan mereka bagaimana cara memainkan lagu tersebut, WALAUPUN mereka belum tau apapun tentang instrumen yang mereka pegang. 

Setelah mereka mahir memainkan 1 lagu tersebut, saya akan suruh mereka manggung dalam konser siswa berikutnya. 

Setelah mereka tau, tepatnya MERASAKAN bagaimana rasanya manggung dan main musik, baru saya kembali ke dasar dan mengajarkan mereka semua yang harus mereka tau tentang musik. 

Hasilnya?

Murid saya tampil hingga ke panggung Java Jazz, salah satu event Jazz terbesar di dunia dan berbagi panggung dengan musisi-musisi kelas dunia yang ada di event tersebut selama 3 hari. 

____

Memperkenalkan Alun, tim marketing baru di KIRIM.EMAIL


Tulisan saya menulis ini adalah untuk memperkenalkan anggota keluarga baru kami di KIRIM.EMAIL.

Beberapa hari ini, Anda mungkin menerima email dari anggota keluarga terbaru kami di KIRIM.EMAIL: Alun Bening.

Anda juga mungkin menyadari Channel Telegram saya di http://t.me/kajianbisnisonline juga di isi oleh Alun.

Dan tentu saja, saya mendapatkan banyak sekali pertanyaan dan reaksi, seperti:

Siapa Alun? Kok tiba-tiba saya nerima email dari dia mas?


Atau 

Akun email mas Fikry kena bajak ya mas?


Atau

Kok Alun promosi terus mas? Nanti banyak yang unsubscribe loh...


Dan pertanyaan-pertanyaan yang mirip seperti itu.

Dan tentu saja tidak semua reaksinya negatif, ada juga yang memberikan semangat dan yang paling penting: ada yang transaksi :D.

Awalnya saya ingin memperkenalkan Alun ke Anda dengan cara yang lebih tradisional, memberitahu latar belakang, apa posisi dan tanggung jawabnya di KIRIM.EMAIL, dan hal-hal seperti itu. 

Namun saya lebih memilih MENENDANG Alun ke kolam yang penuh hiunya agar Ia bisa belajar berenang dengan cepat.

Dan kolam yang penuh hiu itu adalah peluncuran produk digital.

Produk yang kami pilih adalah Sociengine dari sahabat saya Adhitya Tri, dan Alun saya tugaskan sebagai affiliate untuk menjual produk tersebut mewakili saya yang saat ini masih sibuk dengan pengembangan KIRIM.EMAIL versi terbaru.

Saya percaya, metode tercepat untuk belajar online marketing adalah dengan menjadi affiliate marketer. 

Dengan waktu terbatas, Alun harus bisa membuat email penawaran, memahami produk, memahami target pasar, membuat landing page, mempelajari segmentasi dalam email marketing, membuat content, mempelajari email copywriting, dll.

Yang semuanya harus Ia kuasai dalam waktu hanya beberapa hari selama peluncuran. Kalau kelewatan, momentumnya hilang.

Dan untuk memperparah keadaan, Ia harus berhadapan langsung dengan para Hiu, monster-monster affiliate marketing Indonesia.

Diantaranya ada: Sahabat saya Dewa Eka Prayoga, Jagoan affiliate: Aditya SatriawanTamam QodariIlham Zulkarnain, dan nama-nama besar lain dalam dunia affiliate.

Untuk semakin memperkeruh keadaan, saya memberikan target yang cukup berat juga ke Alun. Target yang saya sendiri ragu saat memberikannya ke Alun.

Tapi saya mikir lagi, kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu...

Untuk Alun yang masih memiliki sedikit pengalaman sebagai affiliate marketer, saya terbayang betapa beratnya mempelajari semua hal itu sekaligus. 

Memang Alun memiliki basic Facebook Ads yang cukup baik, kemampuan menulis yang lumayan, dan kreativitas yang bagus.

Tapi disisi lain juga Alun belum pernah menulis email promosi, belum pernah ikut product launch yang besar, dll. 

Didalam hati, saya percaya Alun Bisa.

Saya tidak begitu mempermasalahkan Ia menang kontes affiliate, saya juga tidak begitu mempermasalahkan kalau ternyata nanti tidak ada sales sama sekali, alias nol. 

Saya bisa memahami, kalau nanti Alun tiba-tiba promosi di email, akan banyak yang unsubscribe. Ada yang mungkin merasa tidak nyaman, dan beberapa mungkin akan marah.

Tapi di beberapa hal dalam bisnis, saya punya prinsip:

Lebih baik minta maaf daripada minta izin.


Jadi, untuk Anda yang merasa terganggu dengan email dan promosinya Alun yang mendadak, saya mewakili Alun memohon maaf :D

Tujuan Alun saya tendang ke kontes affiliate yang banyak hiu nya adalah untuk belajar, baik dari campaign yang Ia buat, maupun dari hiu-hiu lain yang membantainya dalam kompetisi ini. Bukan buat komisi. 

Dalam waktu 1 minggu ini, saay melihat Alun mempelajari dan memahami banyak sekali hal yang Ia butuhkan untuk memasarkan KIRIM.EMAIL nanti kedepannya. 

Jadi bukan GOAL nya yang penting untuk saya, tapi bagaimana secara sistematis Alun mempelajari Skill yang akan bermanfaat untuk dirinya sendiri dan perusahaan dimasa depan.

Saya sudah menulis panjang lebar tentang Goal VS System yang bisa Anda baca disini:

https://kirim.email/forum/index.php?threads/goal-vs-system.420/

Pada akhirnya, mendelegasikan sesuatu tidak pernah mudah, apalagi masalah marketing. 

Namun seringnya, kita harus memaksakan diri untuk membiarkan orang lain yang melakukannya.

Tentu saja terkadang hasilnya tidak sesuai yang kita harapkan, atau di sana sini tidak sesuai 'standart' kerja yang kita tetapkan ke diri sendiri. Tapi ya karena itu saya bilang memaksakan, walaupun tidak suka, harus agak dipaksa.

Tentang mendelegasikan, saya sudah pernah membahasnya di Radio Kajian Bisnis Online, Anda bisa mendownload dan mendengarkannya disini:

Hasilnya?

Jadi, apakah metode pemaksaan ini berhasil?

Untuk saya iya, tapi bukan berhasil seperti yang mungkin Anda bayangkan.

Berhasil menurut saya: Alun jadi lebih paham alur marketing secara sistematis, sesuatu mungkin akan sulit saya ajarkan kecuali Ia mengalaminya langsung.

Sedangkan hasil affiliate nya?

Ia berhasil memenangkan 1 kali Daily Contest dan saat saya menulis ini Ia berada di posisi 5 di leaderboard affiliate dengan jumlah penjualan terbanyak. 

Hasil yang menurut saya cukup lumayan, apalagi jika melihat nama-nama monster affiliate yang muncul di leaderboard itu.

Apakah hasilnya bisa lebih baik?

Mungkin...

Tapi kembali lagi, tujuan saya menendang Alun ke kolam penuh ikan hiu monster ini adalah untuk mengajarkan bagaimana sistematika marketing dan selling dalam dunia online bekerja, seperti menghasilkan leads, menyusun campaign email marketing, memilih angle iklan, meningkatkan konversi, mengukur kinerja campaign, dan tentu saja mengatasi masalah. 

Saya tidak mau jadi orang yang tidak bersyukur dan mengatakan: seharusnya begini, seharusnya begitu, ini menurut saya merusak keimanan. 

Apa yang didapatkan Alun saat ini ada baiknya disyukuri terlebih dahulu untuk nantinya di evaluasi dan diperbaiki berdasarkan data yang terkumpul dan hasil yang didapat. 


Apa pelajaran yang bisa Anda ambil dari sini?

Metode yang saya gunakan untuk mentraining Alun diatas mungkin bukanlah metode terbaik. Tapi seumur hidup saya, saya belajar (dan mengajar) dengan metode seperti itu dengan hasil yang bervariasi. 

Tentunya tidak ada satu metode yang cocok dengan semua orang.

Metode seperti ini juga bukan tidak ada kekurangannya. Beberapa kali timbul gesekan antara saya dan Alun, dan Alun dengan tim KIRIM.EMAIL yang lain.

Menendang tim Anda ke kolam yang penuh dengan ikan Hiu memang berpotensi mengakselerasi keilmuan orang tersebut, tapi ya lagi, kalau Ia tidak siap, yang ada Ia akan tenggelam atau dimakan hiu. 

Jadi sebaik apa Anda kenal dengan tim Anda? Apakah mereka bisa Anda latih dengan cara seperti ini? Mungkin hanya Anda yang tau jawabannya.

Saya percaya Alun, karenanya saya memutuskan untuk langsung menerjunkannya ke situasi marketing yang sebenarnya, walaupun saya tau ada resiko yang besar dibelakangnya. 

Mendorong tim Anda ke kolam penuh hiu akan mengeluarkan kekuatan super yang ada didalam diri tim Anda, nama kekuatannya adalah: The Power Of Kepepet.

Kenapa bukan saya yang promosi langsung?

Seperti yang saya katakan diatas, Saat ini saya sedang sibuk sekali mengembangkan KIRIM.EMAIL versi 3 bareng tim. 

Prosesnya sudah 90%, dan saat ini kami sedang sangat intensif memikirkan User Experience, atau, bagaimana membuat pengalaman Anda di KIRIM.EMAIL super menyenangkan dan menghasilkan. 

Saya butuh untuk menjernihkan pikiran saya dan berkomunikasi intensif dengan tim agar hal ini bisa terwujud. Inilah kenapa saya tidak mempromosikan produk ini.

Dalam waktu dekat insyaAllah saya akan membuka akses terbatas untuk beberapa orang pengguna KIRIM.EMAIL untuk mengujicoba versi terbaru dari KIRIM.EMAIL.

Tentunya juga akan ada penawaran khusus saat launching, InsyaAllah...

Mohon doanya...

Fikry Fatullah
KIRIM.EMAIL - Hati ke hati dengan pelanggan Anda



Kirim.Email
Jl. Jinggawijaya Wetan No. 18,
Bandung, Jawa Barat 40553
Indonesia
Klik disini untuk berhenti menerima email seperti ini.

Laporkan email ini